PORTAL BERITA NASIONAL & INTERNASIONAL

Banner / Script HTML

AKP H. Muhammad Amin Jadi Kabag Ren, Polres Parepare Lakukan Sejumlah Sertijab



Polres Parepare -- Upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat berlangsung khidmat di Halaman Apel Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 08.10 Wita. Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus momentum penyegaran dan pengembangan karier personel.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda selaku inspektur upacara. Sementara itu, komandan upacara dipercayakan kepada Ipda H. Muh. Nur.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, ASN Polres Parepare, Bhayangkari Cabang Parepare, hingga siswa latihan kerja SPN Batua.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan sejumlah tahapan. Kapolres Parepare mengambil sumpah jabatan para pejabat yang dilantik, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan penyematan tanda jabatan.

Rangkaian tersebut menjadi simbol dimulainya amanah serta tanggung jawab baru bagi para pejabat yang mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas di lingkungan Polres Parepare.

Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Dalam sertijab tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian pejabat.

AKP H. Muh. Amin dilantik sebagai Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Parepare.

Sementara itu, jabatan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) diserahterimakan dari AKP Muh. Agus Purwanto kepada AKP Muhammad Saleh.

Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas). Posisi tersebut diserahterimakan dari AKP Muhammad Arsyad kepada AKP Rusdi Yunus.

Pergantian jabatan tersebut diharapkan dapat memberikan energi baru bagi pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus menjaga kesinambungan program yang telah berjalan.

Mutasi dan sertijab dalam tubuh Polri sendiri merupakan bagian dari dinamika organisasi. Pergantian pejabat juga menjadi salah satu mekanisme untuk memberikan pengalaman serta pengembangan tugas dan karier bagi personel.

AKP H. Muhammad Amin Dapat Amanah sebagai Kabag Ren

Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah AKP H. Muhammad Amin, yang kini menjabat sebagai Kabag Ren Polres Parepare.

Sebelumnya, AKP H. Muhammad Amin pernah dipercaya sebagai Kapolsek Soreang dan Kapolsek Bacukiki. Selama menjalankan tugas di wilayah tersebut, sosoknya dikenal sederhana dan mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.

Pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu bagian dari aktivitasnya selama bertugas di wilayah hukum Polres Parepare.

Ia diketahui kerap hadir dalam kegiatan Jumat Curhat, patroli dialogis, serta turun langsung menyambangi masyarakat ketika menerima aduan. Respons terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugasnya.

Termasuk di antaranya penanganan berbagai penyakit masyarakat, seperti aduan terkait peredaran minuman keras tradisional atau ballo.

Selain itu, kegiatan Safari Jumat juga dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Dengan amanah baru sebagai Kabag Ren, pengalaman yang diperoleh selama bertugas di tingkat kewilayahan diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas perencanaan di lingkungan Polres Parepare.

Kapolres Apresiasi Kinerja Pejabat Lama

Dalam arahannya, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda menegaskan bahwa mutasi dan pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam institusi Polri.

“Mutasi itu hal yang biasa di institusi kita, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan karier yang lebih lanjut,” ujar AKBP Indra Waspada Yuda.

Selain menyampaikan mengenai dinamika organisasi, Kapolres juga memberikan apresiasi terhadap kinerja pejabat lama yang dinilai telah memberikan kontribusi positif selama menjalankan tugas di Polres Parepare.

Salah satu capaian yang disoroti adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama setahun terakhir. Capaian tersebut disebut tidak terlepas dari kerja keras dan strategi yang diterapkan AKP Muhammad Arsyad selama menjabat sebagai Kasat Lantas.

Di bidang penegakan hukum, Kapolres juga menyoroti adanya peningkatan tren penanganan dan penyelesaian tindak pidana. Capaian tersebut disebut berkaitan dengan pembinaan personel yang dilakukan AKP Muh. Agus Purwanto selama menjalankan tugas sebagai Kasat Reskrim.

Menurut Kapolres, capaian tersebut membutuhkan konsistensi dan komitmen dari seluruh personel.

“Capaian tersebut bukan hal yang mudah diraih, melainkan membutuhkan konsistensi dan komitmen yang kuat,” tambahnya.

Pejabat Baru Diminta Tingkatkan Pelayanan

Pergantian pejabat tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tanggung jawab. Kapolres Parepare meminta pejabat baru mampu mempertahankan capaian positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas.

Tantangan kepolisian ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga setiap pejabat dituntut memiliki kesiapan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan persoalan di tengah masyarakat.

Kapolres juga meminta agar pelayanan kepada masyarakat terus menjadi perhatian utama seluruh jajaran.

“Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga karier ke depan semakin berkembang. Kepada pejabat baru, saya harapkan inovasi dan kreativitas dalam pelaksanaan tugas untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Harapan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sertijab. Sebab, keberhasilan sebuah pergantian jabatan tidak hanya diukur dari terlaksananya prosesi seremonial, tetapi juga dari kemampuan pejabat baru dalam melanjutkan program yang telah berjalan dan menghadirkan perbaikan.

Sertijab Jadi Momentum Perkuat Pelayanan Publik

Pelantikan dan serah terima jabatan sejumlah pejabat Polres Parepare menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

Dengan adanya pergantian pada sejumlah posisi strategis, jajaran Polres Parepare diharapkan mampu menjaga kesinambungan program, meningkatkan respons terhadap persoalan masyarakat, serta memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di sisi lain, pengalaman pejabat lama juga menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang dapat diteruskan melalui pejabat yang baru. Dengan demikian, proses mutasi tidak hanya menjadi pergantian personel, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang dinamis dan responsif.

Sertijab tersebut pada akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen jajaran Polres Parepare dalam menjaga keamanan, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan semangat penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan, para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. (*)

Polres Parepare Kumpulkan 69 Kantong Darah dalam Bhakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80



Polres Parepare berhasil mengumpulkan 69 kantong darah melalui kegiatan donor darah dalam rangka Bhakti Kesehatan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah masyarakat sekaligus memperkuat semangat kemanusiaan di lingkungan kepolisian dan sejumlah unsur TNI-Polri.

Kegiatan donor darah berlangsung di Polres Parepare sejak pukul 08.00 Wita. Para peserta mengikuti proses donor secara tertib dan sukarela. Darah yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi.

Selain donor darah, Bhakti Kesehatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian nutrisi kepada balita. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pencegahan dan penanganan masalah stunting.

Donor Darah Jadi Wujud Kepedulian kepada Sesama

Donor darah menjadi kegiatan utama dalam Bhakti Kesehatan yang digelar Polres Parepare. Sejak pagi, peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan menunggu giliran untuk menjalani proses donor.

Setiap peserta memberikan darah secara sukarela sebagai bentuk kontribusi terhadap sesama. Sebanyak 69 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut.

Darah yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan transfusi. Ketersediaan stok darah menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan darah dalam kondisi tertentu.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti donor darah dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain.

Libatkan Berbagai Unsur TNI dan Polri

Pelaksanaan donor darah tidak hanya melibatkan personel Polres Parepare. Peserta berasal dari berbagai unsur, sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergitas dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Sejumlah unsur yang mengikuti donor darah antara lain:

  • Personel Denpom
  • Personel Brigif 11 Badik Sakti
  • Personel Yon B Brimob
  • Personel Polres Parepare
  • Babinsa
  • Bhabinkamtibmas

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat. TNI dan Polri tidak hanya menjalankan tugas masing-masing dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat hadir melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

Sinergitas TNI dan Polri dalam kegiatan kemanusiaan menjadi salah satu nilai penting yang terlihat dalam pelaksanaan Bhakti Kesehatan tersebut.

Kapolres Parepare Turut Donorkan Darah

Kegiatan donor darah juga diikuti langsung oleh Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda. Ia turut mendonorkan darah bersama sejumlah pejabat Polres Parepare lainnya.

Kehadiran pimpinan kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan aksi kemanusiaan. Partisipasi tersebut juga memberikan dorongan kepada personel dan peserta lainnya untuk ikut berkontribusi melalui donor darah.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan. Mereka datang dengan kesadaran untuk memberikan sebagian darahnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu menyelamatkan kehidupan pasien yang memerlukan transfusi.

Didukung Tenaga Kesehatan dan PMI

Pelaksanaan Bhakti Kesehatan melibatkan personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Parepare yang dipimpin Ipda Besse Fatmawati.

Dalam pelaksanaannya, Polres Parepare berkolaborasi dengan PMI yang menurunkan sembilan tenaga kesehatan di bawah koordinasi Rina Rahim, S.Kep. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari dokter mitra, dr. Muhammad Iqbal Haris, M.Sc.

Kolaborasi antara kepolisian, PMI, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib. Kehadiran tenaga kesehatan juga mendukung pelaksanaan donor darah serta pemeriksaan kesehatan yang menjadi bagian dari Bhakti Kesehatan.

Selain donor darah, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara itu, pemberian nutrisi kepada balita menjadi bagian lain dari kegiatan yang diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Bagian dari Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80

Kasi Humas Polres Parepare AKP Suhendarwadi menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda puncak Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia.

Kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda peringatan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui donor darah, kepolisian turut berkontribusi dalam membantu menjaga ketersediaan darah. Sementara pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian nutrisi kepada balita menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Sebanyak 69 kantong darah yang terkumpul menjadi salah satu hasil nyata dari kegiatan kemanusiaan tersebut.

Dorong Budaya Gotong Royong

Kegiatan donor darah di Polres Parepare juga membawa pesan penting mengenai kepedulian sosial. Para peserta secara sukarela menyumbangkan darah tanpa mengharapkan imbalan, dengan harapan darah tersebut dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari budaya gotong royong yang perlu terus dipelihara. Terlebih, kebutuhan darah dapat muncul kapan saja untuk berbagai kondisi medis yang memerlukan transfusi.

Polres Parepare berharap manfaat dari kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Selain memberikan dukungan terhadap ketersediaan stok darah, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak orang untuk memiliki kepedulian terhadap sesama.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 akhirnya tidak hanya menjadi peringatan perjalanan institusi kepolisian. Melalui kegiatan kemanusiaan, peringatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan menumbuhkan semangat berbagi.

Dengan terkumpulnya 69 kantong darah, Bhakti Kesehatan Polres Parepare menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan sekaligus memperkuat sinergitas TNI dan Polri dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

25 Tersangka Ditangkap Polres Parepare dalam Operasi Pekat Lipu 2026



Polres Parepare -- Sebanyak 25 tersangka diamankan dalam 21 kasus yang terungkap selama pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026 di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Pengungkapan tersebut mencakup sejumlah kasus yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari pengeroyokan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, peredaran minuman keras ilegal, hingga judi sabung ayam.

Operasi Pekat Lipu 2026 berlangsung selama 20 hari, mulai 6 Juli hingga 25 Juli 2026. Dalam operasi tersebut, kepolisian menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat dan tindak pidana yang dinilai mengganggu keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polres Parepare.

Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda menyampaikan hasil operasi tersebut dalam konferensi pers di Mapolres Parepare, Senin (27/7/2026).

"Operasi berjalan selama 20 hari kerja, dari tanggal 6 Juli sampai dengan tanggal 25 Juli kemarin," kata Indra.

Empat Target Operasi Berhasil Diungkap

Dalam pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026, Polres Parepare menetapkan empat perkara sebagai Target Operasi (TO). Perkara tersebut dipilih berdasarkan atensi dan keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Indra, seluruh perkara yang masuk dalam daftar target operasi berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian.

"Pada Operasi Pekat Lipu ini, kita menetapkan TO sebanyak 4 TO yang merupakan perkara-perkara atensi masyarakat. Untuk TO dalam Operasi Pekat Lipu, semuanya terungkap," ujarnya.

Selain empat perkara yang menjadi target utama, polisi juga mengungkap 17 kasus non-TO dengan 21 tersangka.

Dengan demikian, keseluruhan hasil Operasi Pekat Lipu 2026 mencatat 21 kasus dengan total 25 tersangka yang diamankan.

"Kemudian, pengungkapan yang merupakan non-TO, itu ada 17 kasus dengan tersangka berjumlah 21 orang. Berarti kalau kita total semuanya, pengungkapan kasus dalam Operasi Pekat ada 21 kasus dengan jumlah tersangka yang sudah kita amankan 25 orang," ungkap Indra.

Peredaran Miras Ballo' Mendominasi Kasus Non-TO

Salah satu perkara yang cukup banyak diungkap dalam operasi tersebut adalah peredaran minuman keras tradisional jenis ballo'. Polisi mencatat terdapat sembilan kasus peredaran miras yang berhasil ditindak selama Operasi Pekat Lipu.

Pengungkapan itu tersebar di sejumlah wilayah Kota Parepare, terutama di Kecamatan Soreang, Bacukiki, dan Ujung.

Dari sembilan kasus tersebut, polisi mengamankan sekitar 100 liter ballo'. Barang bukti tersebut selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan proses yang berlaku.

"Itu ada 9 kasus yang semuanya ini merupakan miras atau minuman keras tradisional jenis ballo'. Total yang sudah kita amankan kurang lebih 100 liter kalau digabung, yang nantinya akan kita musnahkan," kata Indra.

Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, faktor ekonomi menjadi salah satu motif utama dalam peredaran minuman keras ilegal tersebut. Para pelaku diduga menjual ballo' untuk memperoleh keuntungan.

"Contoh kasus miras, ada 9 kasus, itu semuanya latar belakangnya adalah faktor ekonomi. Yang mana para pelaku ini mencari keuntungan dengan menjual minuman keras tradisional jenis ballo'," jelasnya.

10 Tersangka Miras Diproses Tipiring

Dari sembilan perkara peredaran miras tersebut, terdapat 10 tersangka yang menjalani proses hukum melalui tindak pidana ringan atau tipiring.

Polisi menyebut seluruh perkara tersebut telah menjalani persidangan dan memiliki kekuatan hukum tetap. Para pelaku dijatuhi denda sebesar Rp500 ribu atau subsider satu bulan.

"Dari 9 kasus ini ada 10 tersangka yang sudah diproses tipiring, dan semuanya sudah disidang dan berkekuatan hukum tetap. Sudah disidang dan didenda Rp 500.000 atau subsider 1 bulan," ungkap Indra.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam menekan peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Judi Sabung Ayam di Jalan Titang Digerebek

Selain peredaran miras, polisi juga mengungkap kasus judi sabung ayam yang berlangsung di Jalan Titang, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Parepare.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka yang diduga berperan sebagai pengelola atau penyedia arena sabung ayam.

Sementara itu, sejumlah pemain berhasil melarikan diri ketika penggerebekan dilakukan. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi dan mengejar pihak-pihak lain yang terlibat.

Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Muh Saleh mengatakan proses penyidikan terhadap tersangka masih berjalan.

"Terkait dengan penanganan perjudian sabung ayam, kami sudah menetapkan satu orang tersangka, dan saat ini kami dalam proses penyidikan. Dan saat ini kami juga akan tetap melakukan pengembangan terhadap pemain yang tidak sempat kami amankan pada saat itu," jelas Saleh.

Polisi Sita Uang Rp650 Ribu dan Barang Bukti Arena Sabung Ayam

Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian.

Barang bukti yang diamankan antara lain uang tunai Rp650 ribu, dua ekor ayam aduan yang telah mati, serta ring karet yang digunakan sebagai arena sabung ayam.

Uang tersebut diduga berasal dari potongan hasil pertandingan. Polisi menyebut pengelola arena mengambil bagian sebesar 20 persen dari hasil perjudian.

"Adapun BB yang sempat kami amankan pada saat dilakukan penggerebekan adalah arena terbuat dari karet yang dijadikan ring, ayam sebanyak 2 ekor yang sempat mati sehingga kami amankan kakinya, dan uang tunai sebesar Rp 650.000. Penyedia sabung ayam atau tersangka ini memotong sebesar 20 persen dari hasil perjudian tersebut," pungkas Saleh.

Polisi Lanjutkan Pengembangan Kasus

Hasil Operasi Pekat Lipu 2026 menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada perkara yang telah ditetapkan sebagai target operasi. Pengungkapan kasus non-TO juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Parepare.

Dari keseluruhan operasi, polisi mencatat empat target operasi berhasil diungkap. Di luar target tersebut, terdapat 17 perkara lain dengan 21 tersangka. Jika digabungkan, 21 kasus dan 25 tersangka berhasil diamankan selama pelaksanaan operasi.

Khusus kasus judi sabung ayam, penyidik masih membuka kemungkinan adanya tersangka lain berdasarkan hasil pengembangan. Polisi juga terus menelusuri keberadaan pemain yang melarikan diri ketika penggerebekan berlangsung.

Sementara untuk perkara peredaran ballo', seluruh tersangka yang masuk proses tipiring telah menjalani persidangan dan mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap.

Operasi Pekat Lipu 2026 sekaligus menjadi langkah kepolisian dalam menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat, termasuk peredaran minuman keras ilegal dan praktik perjudian yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Parepare.

Dengan hasil tersebut, kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran dan tindak pidana yang meresahkan masyarakat, sekaligus melakukan pengembangan terhadap perkara-perkara yang masih memungkinkan melibatkan pelaku lain. (*)

Anggota Polres Parepare Ikuti Praktik Pengisian SPT Tahunan melalui e-Filing



Polres Parepare -- Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Parepare memberikan sosialisasi sekaligus pendampingan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui layanan e-Filing kepada anggota dan pegawai Polres Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Kantor Satlantas Polres Parepare, Kota Parepare.